Narasi Pembuka Setiap rasa memiliki jejaknya sendiri. Ada yang memudar bersama waktu, ada pula yang bertahan meski dunia terus berubah. Melalui puisi ini, aku ingin merangkai kata tentang cinta yang sederhana, namun abadi seperti bintang di langit malam. Aku Bersama Bintang Oleh: Pujangga Dekil Lembaran kertas bisa saja usang, pelangi pun akhirnya menghilang. Namun aku tetap bersama bintang, rasaku abadi, tak terganti bayang. Langkah waktu terus berjalan, musim silih berganti perlahan. Hanya cintaku yang bertahan, seperti doa tak pernah kehilangan. Malam gelap menutup pandangan, tapi sinar hatiku tak padamkan. Di balik sepi yang kerap menekan, ada harapan yang terus kupegang. Aku bukanlah sosok sempurna, namun rasaku jujur apa adanya. Biar dunia berputar berbeda, aku tetap setia menjaga rasa. Jika suatu hari engkau kembali, temui aku di langit yang sunyi. Di antara bintang aku berdiri, menyimpan cinta yang tak pernah mati.