Halo. Selamat datang di blog saya. Saya seorang tunanetra yang menulis
menggunakan nama pena Pujangga Dekil.
Saya menulis hanya sekedar melepaskan beban sikologi yang menumpuk di alam
imajinasi dan semoga bisa meringankan hidupku. Terima kasih sudah berkunjung.
Semoga ada yang bisa kamu bawa dari tulisanku yang sederhana dalam
kehidupanmu.
Kamu juga bisa meninggalkan komentar atau saran untuk saya terus belajar
menjadi lebih baik dalam kepenulisan.
Dalam keheningan alam, seringkali kita temukan suara jiwa. Puisi ini kutulis sebagai renungan tentang kedamaian, tentang bagaimana alam mengajarkan kita untuk tenang, menerima, dan bersyukur. Semoga setiap baitnya menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang membacanya. Damai Itu Indah Karya: Pujangga Dekil Damai itu indah, angin berhembus tenang. Langit terhampar luas di atas puing-puing awan. Sungai mengalir dan bertemu menjadi muara. Daun-daun melambai jatuh menuju tanah. Mentari bersandar di ujung cakrawala, menghangatkan dada bumi tanpa suara. Burung-burung pulang membawa cerita, tentang langit yang tak pernah meminta apa-apa. Gunung berdiri dalam diam yang bijaksana, menyimpan sabar dalam dada yang membara. Sementara rerumputan bersujud pada senja, menyambut malam dengan doa sederhana. Oh alam, kau guru segala makna, mengajarkan damai lewat sunyi dan cahaya. Tak perlu kata, tak perlu suara, cukup hadir dan rasa yang terbuka.
Komentar