Langsung ke konten utama

Kebijakan Privasi

Pujangga-Dekil (pujangga-dekil.blogspot.com) Terakhir diperbarui: 28 Juli 2025 Privasi pengunjung sangat penting bagi kami. Dokumen Kebijakan Privasi ini menjelaskan jenis informasi apa saja yang diterima dan dikumpulkan oleh blog Pujangga-Dekil, serta bagaimana informasi tersebut digunakan. 1. Informasi yang Kami Kumpulkan Kami tidak mengumpulkan informasi pribadi pengunjung secara langsung. Namun, pihak ketiga seperti Google, melalui program Google AdSense, dapat menggunakan teknologi seperti cookie untuk menampilkan iklan yang relevan berdasarkan kunjungan Anda ke blog ini dan situs lainnya. 2. Penggunaan Cookie Cookie digunakan untuk menyimpan informasi seperti preferensi pengunjung, riwayat halaman yang dibuka, dan informasi lain yang membantu dalam menampilkan konten sesuai dengan profil pengunjung. 3. Iklan Pihak Ketiga Blog ini menayangkan iklan dari penyedia pihak ketiga seperti Google AdSense. Penyedia ini dapat menggunakan cookie atau teknologi lainnya untuk menampilkan iklan berdasarkan kunjungan Anda ke situs ini maupun situs lain di internet. Google menggunakan cookie DART yang memungkinkan mereka menayangkan iklan kepada pengguna berdasarkan kunjungan mereka ke blog ini dan situs lainnya. Anda dapat menonaktifkan penggunaan cookie DART dengan mengunjungi kebijakan privasi jaringan iklan dan konten Google di [https://policies.google.com/technologies/ads](https://policies.google.com/technologies/ads) 4. Persetujuan Dengan menggunakan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi ini dan menyetujui penggunaan informasi sebagaimana dijelaskan di atas. 5. Perubahan Kebijakan Kami dapat memperbarui kebijakan privasi ini sewaktu-waktu. Perubahan tersebut akan diumumkan di halaman ini tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pengunjung disarankan untuk memeriksa halaman ini secara berkala untuk mengetahui kebijakan terbaru. Kontak Jika Anda memiliki pertanyaan atau masukan mengenai kebijakan ini, silakan hubungi kami melalui: Email: wendirumatumian@gmail.com Blog: https://pujangga-dekil.blogspot.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damai Bersama Alam

Dalam keheningan alam, seringkali kita temukan suara jiwa. Puisi ini kutulis sebagai renungan tentang kedamaian, tentang bagaimana alam mengajarkan kita untuk tenang, menerima, dan bersyukur. Semoga setiap baitnya menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang membacanya. Damai Itu Indah Karya: Pujangga Dekil Damai itu indah, angin berhembus tenang. Langit terhampar luas di atas puing-puing awan. Sungai mengalir dan bertemu menjadi muara. Daun-daun melambai jatuh menuju tanah. Mentari bersandar di ujung cakrawala, menghangatkan dada bumi tanpa suara. Burung-burung pulang membawa cerita, tentang langit yang tak pernah meminta apa-apa. Gunung berdiri dalam diam yang bijaksana, menyimpan sabar dalam dada yang membara. Sementara rerumputan bersujud pada senja, menyambut malam dengan doa sederhana. Oh alam, kau guru segala makna, mengajarkan damai lewat sunyi dan cahaya. Tak perlu kata, tak perlu suara, cukup hadir dan rasa yang terbuka.

Alat Tulis Dan Senja

Alat Tulis Dan Senja Oleh: PUJANGGA DEKIL Senja kembali hadir di sela-sela bukit.   Awan-awan putih kian kelabu bersemburat cahaya mentari senja.  Aku masih terpaku dalam kepahitan itu. Tatapanku hampa, fikiranku jauh mengembara menembus batas langit. Akankah pangkal malam kali ini masih sama seperti hari-hari kemarin?  Sejenak aku menyibak tirai kehidupan yang kian melapuk dalam kekosongan. Jalanan di depan saung itu, sekumpulan debu kian damai dari usikan badai. Sesaat ku  layangkan pandangan ke ufuk barat.  Senja itu kian ditelan temaram.  Buku yang ada dalam genggamanku turut diam membisu dalam kesunyian seraya mengamati  realita hidup.   Aku pun tersenyum  sembari berkata-kata dengan pena: "Hmmm, apakah kamu tahu? Mengapa kau penaku, bukuku, dan sekumpulan awan-awan di langit itu yang selalu aku ajak bercengkrama?  Ah, aku tahu. Kalian tak akan bisa menduganya.  Kendati demikian, kalianlah yang paling mengerti d...

Aku Ingin Menjadi Senja

Narasi Pembuka Kadang, cinta tidak datang dengan dentang atau tanda. Ia hadir seperti senja—tidak dijemput, tapi tetap setia datang meski tak pernah diminta. Dan seperti senja pula, cinta itu tahu kapan harus menghilang, agar tak meninggalkan luka, hanya kenangan yang samar dan hangat. Aku Ingin Menjadi Senja Oleh: Pujangga Dekil Aku ingin menjadi senja yang kau tatap tanpa pernah kau tunggu, datang diam-diam, lalu hilang sebelum kau sempat menyesap warnanya. Aku ingin menjadi perhentian yang tak pernah kau pilih, hanya sekilas lewat, seperti bayangan yang kau pikir bukan siapa-siapa. Aku ingin menjadi senyap yang mengiringi langkahmu pulang, tak menuntut arah, hanya ingin bersamamu tanpa harus kau sadari.