SPERMA COVID-19 MENINDAS PEDAGANG KAKI LIMA Ketertiban dan kesejahteraan pedagang kaki lima (PKL) hanya sebatas guratan janji Pemerintah di bibir pantai. Garis janji tersebut hanya ada dikala ombak sedang surut, dan ketika ombak mulai pasang garis-garis itu akan hilang dalam sekejap mata. Demikianlah pemangku langit di negeri yang permai ini, yang diberi nama indonesia. Semakin maraknya penyebaran Covid-19 di negeri yang anggun ini, tukang penyapu jalan masih menyisakan sampah untuk hari esok. Semua ini agar kantongnya yang lusu itu kembali mengantongkan pundi-pundi rupiah dari sisa sampah tersebut. Tangisan rakyat hanya terdengar bagaikan bisikan semut di kolong kursi jabatan yang megah. Betapa mirisnya melihat kenyataan yang kian memerkosai negeri ini. Sampai-sampai Ibu dan Ayah harus ada dalam satu tubuh untuk menyambung kehidupan anak-anak. Kisah dari seorang Ibu bernama Fitri, yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima di Stadion Kota Serang berikut mungkin ak...