Dalam keheningan alam, seringkali kita temukan suara jiwa. Puisi ini kutulis sebagai renungan tentang kedamaian, tentang bagaimana alam mengajarkan kita untuk tenang, menerima, dan bersyukur. Semoga setiap baitnya menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang membacanya.
Damai Itu Indah
Karya: Pujangga Dekil
Damai itu indah, angin berhembus tenang.
Langit terhampar luas di atas puing-puing awan.
Sungai mengalir dan bertemu menjadi muara.
Daun-daun melambai jatuh menuju tanah.
Mentari bersandar di ujung cakrawala,
menghangatkan dada bumi tanpa suara.
Burung-burung pulang membawa cerita,
tentang langit yang tak pernah meminta apa-apa.
Gunung berdiri dalam diam yang bijaksana,
menyimpan sabar dalam dada yang membara.
Sementara rerumputan bersujud pada senja,
menyambut malam dengan doa sederhana.
Oh alam, kau guru segala makna,
mengajarkan damai lewat sunyi dan cahaya.
Tak perlu kata, tak perlu suara,
cukup hadir dan rasa yang terbuka.
Komentar
Posting Komentar