Karya Pujangga Dekil
Serang 31 Maret 2019
Engkau adalah hujan di pangkal senja. Senyumanmu laksana pelangi di balik cakrawala.
jiwamu menyejukan seisi kalbu yang merana. Tatapanmu menyiratkan kasihsayang yang meleburkan hampa.
Cinta berpadu dalam ikatan yang nyata. Dekapan rindu merantai jika engkau taada.
Mimpi yang hakiki ialah engkau tercipta. Rasa yang sejati tersembunyi dalam dada.
Engkau memang hujan di pangkal senja. Namun, sosokmu membawa sejuta bunga-bunga.
Akankah engkau dan hujan mengikat duka? Ataukah engkau dan keindahanmu menghanyutkan asmara?
Tanya bertanya di balik lembayung senja. merangkai harapan bersama guratan pelangi di ujung sana.
Semoga cinta tidak berpacu, tanpa ikatan jiwa dan raga. Karena engkau hadir membawa cahaya di awal senja, dan di pangkal malam yang gelap.
Serang 31 Maret 2019
Engkau adalah hujan di pangkal senja. Senyumanmu laksana pelangi di balik cakrawala.
jiwamu menyejukan seisi kalbu yang merana. Tatapanmu menyiratkan kasihsayang yang meleburkan hampa.
Cinta berpadu dalam ikatan yang nyata. Dekapan rindu merantai jika engkau taada.
Mimpi yang hakiki ialah engkau tercipta. Rasa yang sejati tersembunyi dalam dada.
Engkau memang hujan di pangkal senja. Namun, sosokmu membawa sejuta bunga-bunga.
Akankah engkau dan hujan mengikat duka? Ataukah engkau dan keindahanmu menghanyutkan asmara?
Tanya bertanya di balik lembayung senja. merangkai harapan bersama guratan pelangi di ujung sana.
Semoga cinta tidak berpacu, tanpa ikatan jiwa dan raga. Karena engkau hadir membawa cahaya di awal senja, dan di pangkal malam yang gelap.
Komentar
Posting Komentar