Langsung ke konten utama

Diskusi Sahabat Disabilitas

    Diskusi dengan tema: Sikap Apa Yang Harus Diambil Oleh Pemerintah Indonesia Terhadap Tuntutan Kemanusiaan Internasional?
Berikut merupakan pendapat-pendapat dari sahabat disabilitas .
Pendapat menurut Syam:
"Saya setuju, bahwa salnya mereka harus dibantu. Karena kita sebagai umat muslim harus saling membantu satu dengan yang lain."
Menurut Syukran:
"Permasalahan umat muslim, Itu juga permasalahan semua tidak hanya di suatu daera atau golongan tertentu saja. Jadi sebagai bangsa yang dominannya adalah umat muslim, Indonesia harus turun membanmttu Palistin. Tetapi kembali lagi. Pemerintah  Indonesia tidak terlepas dari intrik politik yang terselubung. Jadi wajar apabila pemerintah indonesia ragu-ragu dalam memberikan pertolongan  kepada bangsa palestin."
Menurut Suryani:
"Sebetulnya saya setuju dengan gerakan tersebut. Tetapi bangsa Indonesia juga sekarang sedang dilanda masalah yang bertubi-tubi. Indonesia juga boleh membantu tetapi bjangan terlalu terfokus pada bantuan tersebut. Dengan kata lain, Indonesia harus memperhatikan kondisi yang ada dalam internal negara Indonesia itu sendiri."
Menurut Riki:
"Sebaiknya pemerintah harus mendengarkan aspirasi masyarakat. Aspirasi yang tersalurkan harus didengar dan dilaksanakan. Bukan hanya sekedar didengar saja. Tetapi pemerintah Indonesia saat ini belum bisa terlalu terlibat untuk memberikan bantuan tersebut. Jadi Indonesia harus memperhatikan internalnya sendiri baru memperhatikan  kebutuhan sosial internasional."
Adapun menurut Nurani:
"Jadi menurut saya, sebagai negara yang dengan masyrakat terbanyak Muslim harus membantu bangsa Palestina. Dengan kata lain,  pemerintah indonesia apabila mengambil sikap tersebut tentu sama saja dengan sudah  membanttu agama Islam."

Dari hasil opini yang dikemukakan oleh sahabat disabilitas di atas penulis dapat menyimpulkan, bahwasalnya  Pemerintah Indonesia memang sudah seharusnya turun tangan dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada Bangsa Palestina. Penulis juga sangat menghargai pendapat sahabat disabilitas tersebut dikarenakan tidak semua orang bisa melihat dan mengemukakan hasil analisis sosialnya sebagai sebuah opini. Selain itu, penulis ingin mengemukakan sedikit pendapat mengenai kebijakan yang semestinya diambil oleh Pemerintah Indonesia dengan kondisi yang terjadi saat ini baik secara nasional maupun secara internasional.
Masalah yang terdapat di Negara dengan sejuta umat Muslim, Indonesia memang harus memperhatikan hak kemanusiaan baik sesama Muslim maupun tidak sesama Muslim. Namun, problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini juga masih banyak yang belum terselesaikan. Problem tersebut baik dari segi pendidikan, ekonomi, kesejateraan dan tatanan negara yang diakibatkan Virus Covit 19 dan juga politik di Pulau Papua.
Tentu permasalahan ini juga harus mendapatkan perhatian yang khusus tetapi pemerintah tidak bisa menutup mata dengan permasalahan yang terjadi dalam skala internasional. Kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini memanglah selalu mendapatkan keritik dari masyarakat. Akan tetapi keritikan tersebut hanya terdengar gaungannya saja tanpa ada penindakan atau respon yang positif dari Pemerintah itu sendri. Hal ini tentu akan menciptakan keraguan dan juga kebencian masyarakat terhadap Pemerintah, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pemberontakan dimana-mana. Hal ini yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia dalam setiap membuat kebijakan. Dengan kata lain, Pemerintah Indonesia dalam mengambil dan menentukan kebijakan harus melihat apa motif dan juga dampak yang ditimbulkan.
Demikian tulisan hasil diskusi ini. Semoga dapat bermanfaat dan juga menjadi bahan bacaan yang menarik bagi pembaca. Apabila dalam kepenulisan terdapat kekurangan dan kesalahan, penulis harap dapat dimaklumi dan juga dimaafkan.
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarrakatuh.
     
                    

                                  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damai Bersama Alam

Dalam keheningan alam, seringkali kita temukan suara jiwa. Puisi ini kutulis sebagai renungan tentang kedamaian, tentang bagaimana alam mengajarkan kita untuk tenang, menerima, dan bersyukur. Semoga setiap baitnya menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang membacanya. Damai Itu Indah Karya: Pujangga Dekil Damai itu indah, angin berhembus tenang. Langit terhampar luas di atas puing-puing awan. Sungai mengalir dan bertemu menjadi muara. Daun-daun melambai jatuh menuju tanah. Mentari bersandar di ujung cakrawala, menghangatkan dada bumi tanpa suara. Burung-burung pulang membawa cerita, tentang langit yang tak pernah meminta apa-apa. Gunung berdiri dalam diam yang bijaksana, menyimpan sabar dalam dada yang membara. Sementara rerumputan bersujud pada senja, menyambut malam dengan doa sederhana. Oh alam, kau guru segala makna, mengajarkan damai lewat sunyi dan cahaya. Tak perlu kata, tak perlu suara, cukup hadir dan rasa yang terbuka.

Alat Tulis Dan Senja

Alat Tulis Dan Senja Oleh: PUJANGGA DEKIL Senja kembali hadir di sela-sela bukit.   Awan-awan putih kian kelabu bersemburat cahaya mentari senja.  Aku masih terpaku dalam kepahitan itu. Tatapanku hampa, fikiranku jauh mengembara menembus batas langit. Akankah pangkal malam kali ini masih sama seperti hari-hari kemarin?  Sejenak aku menyibak tirai kehidupan yang kian melapuk dalam kekosongan. Jalanan di depan saung itu, sekumpulan debu kian damai dari usikan badai. Sesaat ku  layangkan pandangan ke ufuk barat.  Senja itu kian ditelan temaram.  Buku yang ada dalam genggamanku turut diam membisu dalam kesunyian seraya mengamati  realita hidup.   Aku pun tersenyum  sembari berkata-kata dengan pena: "Hmmm, apakah kamu tahu? Mengapa kau penaku, bukuku, dan sekumpulan awan-awan di langit itu yang selalu aku ajak bercengkrama?  Ah, aku tahu. Kalian tak akan bisa menduganya.  Kendati demikian, kalianlah yang paling mengerti d...

Aku Ingin Menjadi Senja

Narasi Pembuka Kadang, cinta tidak datang dengan dentang atau tanda. Ia hadir seperti senja—tidak dijemput, tapi tetap setia datang meski tak pernah diminta. Dan seperti senja pula, cinta itu tahu kapan harus menghilang, agar tak meninggalkan luka, hanya kenangan yang samar dan hangat. Aku Ingin Menjadi Senja Oleh: Pujangga Dekil Aku ingin menjadi senja yang kau tatap tanpa pernah kau tunggu, datang diam-diam, lalu hilang sebelum kau sempat menyesap warnanya. Aku ingin menjadi perhentian yang tak pernah kau pilih, hanya sekilas lewat, seperti bayangan yang kau pikir bukan siapa-siapa. Aku ingin menjadi senyap yang mengiringi langkahmu pulang, tak menuntut arah, hanya ingin bersamamu tanpa harus kau sadari.