Esai UAS Inovasi Pendidikan
Nama:
Wendi Rumatumian : 2287180031
Judul
Esai: Inovasi Game Dalam Sistem Pendidikan Khusus
Inovasi
sudah menjadi sebuah keharusan dalam kehidupan, terutama kehidupan berbangsa
dan bernegara. Dalam inovasi yang memiliki peranan penting untuk
keberlangsungan suatu Bangsa dan turut
bersaing di era globalisasi saat ini adalah inovasi pendidikan. Inovasi
pendidikan harus diperhatikan berbagai sektor yang mendukung keberlangsungan
inovasi tersebut. Inovasi pendidikan juga harus terus berkembang sesuai dengan
zaman atau situasi yang dihadapi oleh suatu Bangsa. Salah satu contoh inovasi
pendidikan bisa kita lihat dari Negara Belgia. Negara ini coba untuk membuat
inovasi pendidikan dari segi kurikulumnya dengan memasukan permainan game
kedalam sistem kurikulumnya.
Paket kurikulum tersebut menjadi panduan untuk tingkat sekolah
dasar dan menengah dengan 30 materi aktivitas yang siap diterapkan untuk
beberapa kategori usia sekolah. Peserta didik dapat mengeksplorasi dunia Yunani
kuno dengan model game “Assassin’s Creed”, membuat ulang
bangunan sekolah ala game “Minecraft”. Sistem ini direspon
positif oleh CEO ISFE, Simon Little. “Sungguh menggembirakan bahwa pemerintah
negara Eropa turut menyadari pentingnya nilai video games untuk pendidikan.
Dari program Games in Schools kami mendapati bahwa video games mendorong peran
interaktif yang lebih menyenangkan di dalam kelas, menginspirasi banyak hal
menarik di bidang Sains, Teknologi, Engineering dan Matematika, membekali siswa
dengan pengetahuan dan skill digital, meningkatkan keterlibatan dan hasil
belajar, membentuk team-building, pemecahan masalah dan kekuatan mental.”
Tanggapan yang sama juga diberikan tokoh industri game di
Belgia, David Verbruggen, “Kami gembira dengan kemajuan ini dan mengucapkan
terima kasih sebesarnya kepada Department of Education and Training,
Arteveldehogeschool, dan Mediawijs yang membuat semua ini terwujud.”
"Kami berharap kurikulum baru ini akan mendorong peningkatan kualitas
database yang semakin luas, materi yang tepat akan membuat game menjadi bagian
tak terlepaskan di kelas.
Apakah sistem ini bisa diterapkan di Indonesia? Tentu hal
ini bisa saja apabila kita mau dan siap menerapkan inovasi tersebut. Tetapi ada
beberapa universitas dan sekolah sudah menerapkan sistem yang sama di Indonesia
seperti: ITS Surabaya, ITB Bandung, UNM Malang, Universitas Multimedia
Nusantara, Binus Jakarta, SMA/SMP PSKD 1 Jakarta dan SMK Raden Umar Said
(Kudus). Meskipun sistem ini belum bisa dijadikan sebagai inovasi baru dalam sistem
kurikulum pendidikan Indonesia, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi bisa
menganut sistem ini untuk diterapkan dalam sistem pembelajarannya dengan
berasaskan kurikulum yang dimodifikasi.
Kemudian apakah sistem ini juga bisa diterapkan di sekolah
khusus bagi anak berkebutuhan khusus? Tentu menjadi sebua tantangan besar
apabila ini diterapkan. Tetapi sistem pembelajaran seperti ini cukup positif
dalam mengembangkan potensi anak berkebutuhan khusus, terutama pada anak
autisme dan juga anak dengan hambatan motorik. Karena sistem ini selain melatih
motorik anak, bisa juga digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik untuk
memotifasi agar peserta didik yang berkebutuhan khusus lebih giat belajar.
Walaupun sistem ini tidak bisa diterapkan kepada semua anak berkebutuhan khusus
di Sekolah Khusus, akan tetapi tidak bisa dibatasi bahwa semua anak
berkebutuhan khusus tidak bisa mengikuti sistem ini dengan baik.
Sistem game dalam kurikulum sekolah ini memiliki beberapa
fitur yang bisa diberikan kepada anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan
kemampuannya seperti: Kartu kata untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan
komunikasi anak autisme, kemudian permainan game puzzle dengan menyusun nama
Ibukota di Indonesia juga bisa diberikan untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya,
dan ada fitur yang bisa melatih motorik halus anak Tunadaksa seperti video
game. Selain meningkatkan kemampuan bahsa dan komunikasi, kognitif dan motorik
halus anak, sistem dengan game ini juga dapat melatih emosi anak menjadi lebih
baik.
Meskipun sistem ini cukup bagus untuk diterapkan di Sekolah
Khusus, orangtua juga harus dapat mengontrol anaknya agar tidak terlalu bermain
game. Karena ini juga bisa berdampak buruk pada matanya dan bisa juga
mengganggu sistem saraf pada otak. Ya, inovasi seperti apapun tetap saja buatan
manusia dan tidak ada inovasi apapun yang tanpa efek samping atau
kekurangannya. Hal ini karena manusia itu bukanlah mahluk yang sempurna.
Jika sistem pendidikan dengan menggunakan sarana game ini
diterapkan, terutama pada Sekolah Khusus, tentu tantangan terbesarnya adalah
sarana dan prasarana untuk menunjang keberlangsungan sistem ini. Selain itu,
provesi tenaga pendidik untuk menjalankan sistem ini juga harus diperhatikan
agar pelayanan pendidikan dengan menggunakan sistem tersebut dapat maksimal.
Oleh sebab itu, Sekolah Khusus harus mampu atau bersedia untuk memenuhi syarat
penting dalam menerapkan sistem ini kepada peserta didiknya.
Faktor yang harus dipenuhi adalah: ketersediaan ruangan
khusus untuk pembelajaran dengan menggunakan sistem game / video game,
alat-alat yang digunakan dan aman dioperasikan oleh anak berkebutuhan khusus,
dan juga selalu mengubdate / memperbaharui fitur yang harus tersedia pada
sistem ini. Semoga sistem ini dapat diterpkan dan bisa membawa manfaat yang
lebih pada keberlangsungan pemenuhan pendidikan di Indonesia, terutama pada
Sekolah Khusus yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus.
Sumber:
https://www.ligagame.tv/games/belgia-masukan-game-dalam-kurikulum-sekolah
Komentar
Posting Komentar