Menembus Langit Pencarian Diri
Karya: Pujangga Dekil
Fikiranku jauh menembus batas langit.
Meski langkahku seret pahit.
Di antara suara-suara yang bising dan cepat,
Aku meraba sunyi yang tak pernah kudapat.
Dada ini sesak oleh tanya-tanya,
Siapa aku, untuk apa luka ini ada?
Hari-hari berlalu seperti asap,
Tak meninggalkan jejak, hanya lenyap.
Aku menciumi sisa-sisa cahaya,
Di balik dinding jiwa yang mulai rapuh.
Tapi harapan tak pernah benar-benar sirna,
Ia bisu, namun tak luruh.
Dunia bicara tentang pencapaian,
Tapi aku hanya ingin kedamaian.
Bukan dari luar, tapi dalam dada,
Tempat sunyi itu menjelma cahaya.
Jika hidup adalah teka-teki,
Maka aku rela tak menjawabnya kini.
Cukup berjalan, meski sendiri,
Dalam terang yang belum kutemui.
Sebab barangkali, makna bukan untuk dikejar,
Tapi dipeluk di tengah gentar.
Dan sakit ini bukan akhir,
Melainkan pintu menuju diri yang lebih jujur.
Komentar
Posting Komentar