Narasi Pembuka:
Dalam dunia yang perlahan kehilangan warna, aku belajar melihat dengan cara yang berbeda. Gelap tak selalu berarti tiada , kadang justru di sanalah terang menyembunyikan dirinya. Inilah sepotong puisiku, lahir dari perasaan kehilangan, rindu pada cahaya, dan damai yang kutemukan dalam sunyi.
Ketika Tatapanku Menjadi Gelap
Oleh: Pujangga Dekil
Ketika tatapanku menjadi gelap,
Langit pun menjauh, tanpa warna, tanpa batas.
Aku ingin meraba birunya awan,
Tapi yang kudapat hanyalah bisu yang membeku di atas.
Aku ingin menatap gelombang yang menari,
Tapi laut itu kini tinggal desir dalam imaji.
Tak ada kilau, tak ada buih memeluk mata,
Hanya sunyi yang menumpuk dalam dada.
Segalanya terasa jauh,
Cahaya, wajah, jejak bayang.
Aku mendekap gelap seperti sahabat lama,
Yang tak bersuara, tapi tahu semua luka.
Di dunia tanpa warna ini aku berteduh,
Menunggu cahaya yang mungkin tak akan datang.
Tapi kupeluk malam itu erat-erat,
Karena hanya dia yang sudi tinggal — tanpa bertanya, tanpa menghilang.
Aku si yes
BalasHapusAku senang jika tulisanku bisa berkesan untukmu.
HapusTerima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca dan meninggalkan jejak. đź“–