Narasi Pembuka
Di balik tirai yang tak berujung itu, aku berdiri. Tak tahu lagi apakah aku tengah menunggu pagi, atau sekadar ingin percaya bahwa malam pun bisa menampung doa.
Tirai Tak Berujung
Oleh: Pujangga Dekil
Aku ingin seperti langit,
Namun langit tak biru.
Aku ingin membuat rakit,
Arus sungai semakin bergemuru.
Akankah kertasku terbakar?
Atau penaku berakar?
Jiwa terbelenggu makar.
Hatiku hilang jangkar.
Bayang-bayang menari tanpa wujud,
Cahaya sirna, gelap bertanduk.
Aku mengetuk pintu waktu,
Namun tak satu pun terbuka untukku.
Aku menulis di atas luka,
Dengan tinta yang tak lagi bicara.
Tirai pun menutup tanpa suara,
Dan aku pun hilang dalam sunyi tak bernama.
Komentar
Posting Komentar